Wednesday, October 14, 2009
Bahaya dunia
Saturday, October 10, 2009
KISAH BERPISAHNYA ROH DARI JASAD

Maka aku hilangkan uban pada janggutnya, dan aku dapat 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata, "Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya." Maka aku menangis sehingga mengalir air mataku jatuh menitis pada wajah baginda. Baginda s.a.w.terbangun dari tidurnya seraya bertanya, "Apakah sebabnya sehingga engkau menangis wahai Ummul Mukminin?" Masa aku ceritakan kisah tadi kepadanya, lalu Rasulullah s.a.w. bertanya, "Keadaan bagaimanakah yang hebat bagi mayat?" Kataku, "Tunjukkan wahai Rasulullah!"
Rasulullah s.a.w. berkata, "Engkaulah katakan!," Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada keadaan lebih hebat bagi mayat ketika keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya sama-sama bersedih hati di belakangnya. Mereka sama-sama berkata, "Aduhai ayah, aduhai ibu! Ayahnya pula mengatakan: "Aduhai anak!" Rasulullah s.a.w. bertanya lagi: "Itu juga termasuk hebat. Maka, manakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada hal yang lebih hebat daripada mayat ketika ia diletakkan ke dalam liang lahad dan ditimbuni tanah ke atasnya. Kaum kerabat semuanya kembali. Begitu pula dengan anak-anak dan para kekasihnya semuanya kembali, mereka menyerahkan kepada Allah berserta dengan segala amal perbuatannya." Rasulullah s.a.w. bertanya lagi, "Adakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah, "Hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu."
Maka bersabda Rasulullah s.a.w.: "Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat ialah ketika orang yang memandikan masuk ke rumahnya untuk memandikannya. Maka keluarlah cincin di masa remaja dari jari-jarinya dan ia melepaskan pakaian pengantin dari badannya. Bagi para pemimpin dan fuqaha, sama melepaskan serban dari kepalanya untuk dimandikan."Di kala itu rohnya memanggil, ketika ia melihat mayat dalam keadaan telanjang dengan suara yang seluruh makhluk mendengar kecuali jin dan manusia yang tidak mendengar. Maka berkata roh, "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah, lepaskanlah pakaianku dengan perlahan-lahan sebab di saat ini aku berehat dari kesakitan sakaratul maut." Dan apabila air disiram maka akan berkata mayat, "Wahai orang yang memandikan akan roh Allah, janganlah engkau menyiram air dalam keadaan yang panas dan janganlah pula dalam keadaan sejuk kerana tubuhku terbakar dari sebab lepasnya roh," Dan jika mereka memandikan, maka berkata roh: "Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau gosok tubuhku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh."
Apabila telah selesai dari dimandikan dan diletakkan pada kafan serta tempat kedua telapaknya sudah diikat, maka mayat memanggil, "Wahai orang yang memandikanku, janganlah engkau kuat-kuatkan dalam mengafani kepalaku sehingga aku dapat melihat wajah anak-anakku dan kaum keluargaku sebab ini adalah penglihatan terakhirku pada mereka. Adapun pada hari ini aku dipisahkan dari mereka dan aku tidakakan dapat berjumpa lagi sehingga hari kiamat." Apabila mayat dikeluarkan dari rumah, maka mayat akan menyeru, "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari ini aku akan dikeluarkan dari rumahku dan meninggalkan segala yang kucintai dan aku tidak lagi akan kembali untuk selama-lamanya."
Apabila mayat diletakkan ke dalam keranda, maka berkata lagi mayat, "Demi Allah, wahai jemaahku, janganlah kamu percepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahliku, anak-anakku dan kaum keluargaku. Sesungguhnya hari ini ialah hari perpisahanku dengan mereka sehingga hari kiamat."
Tuesday, October 6, 2009
kisah habib si orang parsi...
Pada suatu hari Habib pergi ke rumah seorang yang berhutang kepadanya. Namun yang hendak ditemuinya sedang tak ada di rumah. Maka Habib meminta ganti rugi kepada isteri orang tersebut.
"Suamiku tak ada di rumah", isteri orang yang berhutang itu berkata kepadanya, "aku tak mempunyai sesuatupun untuk diberikan kepadamu tetapi kami ada menyembelih seekor domba dan lehernya masih tersisa, jika engkau suka akan kuberikan kepadamu".
"Bolehlah!" si lintah darat menjawab. Ia berpikir bahwa setidaknya ia dapat mengambil leher domba tersebut dan membawanya pulang. "Masaklah!".
"Aku tak mempunyai roti dan minyak", si wanita menjawab.
"Baiklah", si lintah darat menjawab, "aku akan mengambil minyak dan roti, tapi untuk semua itu engkau harus membayar ganti rugi pula". Lalu ia pun pergi mengambil minyak dan roti.
Kemudian si wanita segera memasaknya di dalam belanga. Setelah masak dan hendak dituangkan ke dalam mangkuk, seorang pengemis datang mengetuk pintu.
"Jika yang kami miliki kami berikan kepadamu", Habib mendamprat si pengemis, "engkau tidak akan menjadi kaya, tetapi kami sendiri akan menjadi miskin".
Si pengemis yang kecewa memohon kepada si wanita agar ia sudi memberikan sekedar makanan kepadanya. Si wanita segera membuka tutup belanga, ternyata semua isinya telah berubah menjadi darah hitam. Melihat ini, wajahnya menjadi pucat pasi. Segera ia mendapatkan Habib dan menarik lengannya untuk memperlihatkan isi belanga itu kepadanya.
"Saksikanlah apa yang telah menimpa diri kita karena ribamu yang terkutuk dan hardikanmu kepada si pengemis!". Si wanita menangis. "Apakah yang akan terjadi atas diri kita di atas dunia ini? Apa pula di akhirat nanti!".
Melihat kejadian ini dada Habib terbakar oleh api penyesalan. Penyesalan yang tidak akan pernah mereda seumur hidupnya. "Wahai wanita! Aku menyesalkan segala perbuatan yang telah kulakukan!'
Keesokan harinya Habib berangkat pula untuk menemui orang-orang yang berhutang kepadanya. Kebetulan sekali hari itu adalah hari Jum'at dan anak-anak bermain di jalanan. Ketika melihat Habib, mereka berteriak-teriak: "Lihat, Habib lintah darat sedang menuju ke sini, ayo kita lari, kalau tidak niscaya debu-debu tubuhnya akan menempel di tubuh kita dan kita akan terkutuk pula seperti dia!"
Seruan-seruan ini sangat melukai hati Habib. Kemudian ia pergi ke gedung pertemuan dan di sana terdengarlah olehnya ucapan-ucapan itu bagaikan menusuk-nusuk jantungnya sehingga akhirnya ia jatuh terkulai.
Habib bertaubat kepada Allah dari segala perbuatan yang telah dilakukannya, setelah menyadari apa sebenarnya yang terjadi. Hasan al-Bashri datang memapahnya dan menghibur hatinya. Ketika Habib meninggalkan tempat pertemuan itu seseorang yang berhutang kepadanya melihatnya, dan mencoba untuk menghindari dirinya.
"Jangan lari" Habib berkata. "Di waktu yang sudah-sudah engkaulah yang menghindari diriku, tetapi sejak saat ini akulah yang harus menghindari dirimu".
Habib meneruskan perjalanannya, anak-anak tadi masih juga bermain-main di jalan. Melihat Habib, mereka segera berteriak: "Lihat Habib yang telah bertaubat sedang menuju ke mari. Ayolah kita lari! Jika tidak, niscaya debu-debu di tubuh kita akan menempel di tubuhnya sedang kita adalah orang orang yang telah berdosa kepada Allah".
"Ya Allah ya Tuhanku!". seru Habib. "Baru saja aku membuat perdamaian dengan-Mu, dan Engkau telah menabuh gendrang-gendrang di dalam hati manusia untuk diriku dan telah mengumandangkan namaku di dalam keharuman".
Kemudian Habib membuat sebuah pengumuman yang berbunyi: "Kepada siapa saja yang menginginkan harta benda milik Habib, datanglah dan ambillah!"
Orang-orang datang berbondong-bondong, Habib memberikan segala harta kekayaannya kepada mereka dan akhirnya ia tak mempunyai sesuatu pun juga. Namun masih ada seseorang yang datang untuk meminta, kepada orang ini Habib memberikan cadar isterinya sendiri. Kemudian datang pula seorang lagi dan kepadanya Habib memberikan pakaian yang sedang dikenakannya, sehingga tubuhnya terbuka. Dan ia lalu pergi menyepi ke sebuah pertapaan di pinggir sungai Euphrat, dan di sana ia membaktikan diri untuk beribadah kepada Allah. Siang malam ia belajar di bawah bimbingan Hasan namun betapa pun juga ia tidak dapat menghapal al-Qur'an, dan karena itulah ia dijuluki 'ajami atau si orang Barbar.
Waktu berlalu, Habib sudah benar-benar dalam keadaan papa, tetapi isterinya masih tetap menuntut biaya rumah tangga kepadanya. Maka pergilah Habib meninggalkan rumahnya menuju tempat pertapaan untuk melakukan kebaktiannya kepada Allah dan apabila malam tiba barulah ia pulang.
"Di mana sebenarnya engkau bekerja sehingga tak ada sesuatu pun yang engkau bawa pulang?" isterinya mendesak.
"Aku bekerja pada seseorang yang sangat Pemurah", jawab Habib. "Sedemikian Pemurahnya ia sehingga aku malu meminta sesuatu kepada-Nya, apabila saatnya nanti pasti ia akan memberi, karena seperti katanya sendiri: 'Sepuluh hari sekali aku akan membayar upahmu' ".
Demikianlah setiap hari Habib pergi ke pertapaannya untuk beribadah kepada Allah. Pada waktu shalat Zhuhur di hari yang kesepuluh, sebuah pikiran mengusik batinnya. "Apakah yang akan kubawa pulang malam nanti? Apakah yang harus kukatakan kepada isteriku?".
Lama ia termenung di dalam perenungannya itu. Tanpa sepengetahuannya Allah Yang Maha Besar telah mengutus pesuruh-pesuruh-Nya ke rumah Habib. Yang seorang membawakan gandum sepemikulan keledai, yang lain membawa seekor domba yang telah dikuliti, dan yang terakhir membawa minyak, madu, rempah-rempah dan bumbu-bumbu. Semua itu mereka pikul disertai seorang pemuda gagah yang membawa sebuah kantong berisi 300 dirham perak. Sesampainya di rumah Habib, si pemuda mengetuk pintu.
"Apakah maksud kalian datang kemari?", tanya isteri Habib setelah membukakan pintu.
"Majikan kami telah menyuruh kami untuk mengantarkan barang-barang ini", pemuda gagah itu menjawab, "sampaikanlah kepada Habib: 'Bila engkau melipatgandakan jerih payahmu maka Kami akan melipatgandakan upahmu' ". Setelah berkata demikian merekapun berlalu.
Setelah matahari terbenam Habib berjalan pulang. la merasa malu dan sedih. Ketika hampir sampai ke rumah, terciumlah olehnya bau roti dan masakan-masakan. Dengan berlari isterinya datang menyambut, menghapus keringat di wajahnya dan bersikap lembut kepadanya, sesuatu yang tak pernah dilakukannya di waktu yang sudah-sudah.
"Wahai suamiku", si isteri berkata, "majikanmu adalah seorang yang sangat baik dan pengasih. Lihatlah segala sesuatu yang telah dikirimkannya kemari melalui seorang pemuda yang gagah dan tampan. Pemuda itu berpesan: 'Bila Habib pulang, katakanlah kepadanya, bila engkau melipatgandakan jerihpayahmu maka Kami akan melipatgandakan upahmu' ".
Habib terheran-heran.
"Sungguh menakjubkan! Baru sepuluh hari aku bekerja, sudah sedemikian banyak imbalan yang dilimpahkan-Nya kepadaku, apa pulakah yang akan dilimpahkan-Nya nanti?"
Sejak saat itu Habib memalingkan wajahnya dari segala urusan dunia dan membaktikan dirinya untuk Allah semata-mata.
(catatan dari kawan sejati)..
Friday, October 2, 2009
Madah
Orang mukmin kalau dia dihina orang, dia tetap dapat menahan kemarahannya kerana dia merasa memang dia adalah hamba yang hina dan tidak ada harga, patutlah dihina.
Takutilah Allah

Rasa takut kepada Allah sudah tidak lagi dibicarakan dalam perbicaraan sehari - hari manusia pada hari ini. Bagi mereka, orang - orang (da'ie) seperti ini banyak mengganggu dalam kehidupan seharian mereka. Serba xblh... nk buat ni kena tegur... nk buat tu pn kena tegur... lama - kelamaan hitam legam hati... gelap tidak ada cahaya... hmm...
Tidak semena - mena, orang - orang yg menyampaikan pesanan pulak yg kena... Tpi, bagi da'ie yg memahami ini adalah suatu perkara yg menyenangkan. Suatu nikmat bagi mereka... Agak aneh, tpi disebabkan nawaitu nya yg baik, pertolongan Allah slalu bersama mereka... Kalau pun tidak dari bantuan fisikal, Allah beri bantuan berbentuk kebahagian dalam hati mereka.
Kelemahan MQ tidak cukup berani dan kuat untuk menghadapi masalah bekaitan seperti ini... ya Rabbul Izzati, ampunkan lah dosaku...
Apabila manusia banyak lupakan Tuhan
Syariat Tuhan dilanggarnya
Siang dan malam, maksiat dan kemungkaran
Dilakukan di bumi Tuhan
Maka kemurkaan Tuhan pun datang
Untuk menghukum manusia yang sudah derhaka kepada Tuhan
Maka Tuhan pun datangkan berbagai-bagai bala bencana
Untuk mengazab manusia yang sudah derhaka dengan Tuhan
Tuhan lakukan sesama manusia
perkelahian dan peperangan
Tuhan lakukan bencana alam
yang berbagai-bagai bentuknya
Untuk menyusahkan manusia
yang sudah derhaka kepada Tuhan
Bah, banjir, gunung api meledak
Gempa bumi terjadi, tsunami berlaku
Memusnahkan manusia, harta dan pembangunan
Berlaku accident di udara, di jalan raya, dan di
lautan
Dan perkara-perkara itu terus Tuhan lakukan
Selagi manusia tidak kembali kepada Tuhan
Tetapi kita hairan
Sepatutnya malapetaka itu terjadi
Disebabkan kemurkaan Tuhan,
Sepatutnya para pemimpin Islam dan ulama-ulama
Mengingatkan manusia kembali kepada Tuhan
Dan manusia bertaubat sungguh-sungguh kepada Tuhan
Agar kemurkaan Tuhan reda semula kepada insan
Tetapi tidak ada seorang pemimpin Islam
Dan ulama-ulama Islam mengingatkan
Agar manusia kembali merujuk kepada Tuhan
Agar bala bencana itu yang menyusahkan manusia
Dihentikan oleh Tuhan
Bukankah Tuhan telah menyebut didalam Al-Quran
Umat-umat dahulu dimusnahkan Tuhan dengan
berbagai-berbagai cara
Untuk menghukum mereka agar mereka kembali Tuhan
Sepatutnya pengajaran didalam Al-Quran itu
Diambil oleh manusia sebagai pengajaran
Dan para pemimpin-pemimpin Islamlah
Dan ulama-ulama Islam
Mengingatkan manusia yang durhaka kepada Tuhan
akan Tuhan datangkan berbagai bencana
Seperti apa yang Tuhan lakukan
Kepada umat-umat yang dahulu yang diceritakan oleh Al-Quran
Moga-moga dengan peringatan oleh pemimpin-pemimpin Islam
Dan ulama-ulama Islam dapat mengingatkan manusia
Terutama orang-orang Islam agar mereka kembali kepada Tuhan
Kalau tidak azab Tuhan itu akan berlaku berpanjangan
Itu azab Tuhan, baru di dunia sudah tidak tahan
Kalau manusia itu terus melupakan Tuhan
Azab di akhirat sedang menunggu lebih dahsyat lagi,
Makin tidak tahan
Dan berkekalan, lagilah tidak tahan
Disini menunjukkan pemimpin-pemimpin dan ulama-ulama
Ikut juga didalam kelalaian
Di waktu ummat dan rakyat
Didalam kelalaian dan kecemasan
Mereka tidak mendapat panduan dan ajaran
Dari pemimpin-pemimpin dan ulama-ulama
Maka rakyat dan umat terbiar
Didalam kebingungan dan ketakutan
Begitulah para pemimpin-pemimpin dan ulama-ulama
Ikut lalai seperti orang kebanyakan
Wednesday, September 30, 2009
Khabar dari Rasulullah merentas sempadan masa
Benarkah Rasulullah saw. dapat “melihat” masa depan?
Di kalangan umat Islam masa kini ada yang menyangkal bahwa Rasulullah saw. telah mengatakan sesuatu kejadian sebelum hal tersebut terjadi. Mereka katakan, “Rasulullah bukan peramal!” Perkataan mereka tersebut benar, tapi kurang tepat. Memang Rasulullah saw. bukan peramal. Ketika Rasulullah mengatakan sesuatu tentang masa depan baginda bukan meramal, melainkan menceritakan berita dari Allah Ta’ala yang sampai padanya. Jadi apa yang disampaikan Rasulullah bukan menebak, melainkan menceritakan sesuatu yang pasti terjadi. Karena itulah baginda disebut “shadiqul masduq”, perkataannya benar dan dibenarkan oleh Allah Ta’ala. Rasul-rasul yang terpilih memang diberi pengatahuan ghaib termasuk tentang peristiwa yang belum terjadi sesuai Firman Allah dalam Al Quran, terjemahnya:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya.” (QS. Ali Imran: 179)
Rasulullah sendiri telah menceritakan perkara-perkara masa depan hingga kiamat seperti diberitakan oleh hadis berikut ini:
“Amr bin Akhtab Al-Anshari ra. berkata: Rasulullah saw. mengerjakan shalat subuh bersama kami. Beliau naik ke atas mimbar dan menyampaikan khutbah sampai tiba waktu zhuhur. Kemudian beliau turun untuk mengerjakan shalat. Beliau naik lagi ke atas mimbar, sampai waktu shalat ashar. Lalu turun mengerjakan shalat ashar. Rasulullah saw. naik lagi ke mimbar sampai matahari terbenam. Beliau menceritakan keadaan hingga hari kiamat, sehingga kami mengetahuinya dan hafal.” (HR. Muslim)
Janji Rasulullah saw. yang telah terjadi
Di antara berita masa depannya tersebut, Rasulullah menceritakan tentang perjuangan umatnya di masa depan dan memastikan kemenangan mereka. Berkata Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Kerajaan Persia akan hancur, dan takkan ada lagi Raja Persia setelahnya. Kekaisaran Romawi juga akan hancur, dan tak ada lagi Kaisar Romawi setelahnya. Kalian akan membagi harta simpanan mereka di jalan Allah. Karena itu, perang adalah tipu daya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada beberapa hadis lain lagi yang menceritakan bahwa Islam akan mengalahkan Romawi dan Persia. Kita tahu dari sejarah, setelah wafatnya Rasulullah tentara Islam di bawah Panglima Sayidina Khalid bin Walid ra. memberikan pukulan akhir pada pasukan Romawi di Syam dan dengan itu takluklah seluruh jajahan Romawi di Syam yang saat ini meliputi Syria, Jordan, Palestina dan Libanon.
Di masa pemerintahan Khalifah Umar ra. pasukan Islam di bawah Panglima Sayidina Sa’ad bin Abi Waqqash menaklukkan Persia. Saat itu bangsa Persia sebagian besar adalah penganut agama Majusi, penyembah api. Mereka beribadah di kuil-kuil api abadi mereka. Semasa lahir Rasulullah, api abadi mereka yang terbesar yang telah menyala ribuan tahun tiba-tiba padam.
Bermula dari penaklukan Iraq, pasukan Islam terus menaklukkan ibu kota Persia, Madain hanya dalam tempo 2 tahun. Sayidina Sa’ad ra. dengan pasukannya menaklukkan pasukan Persia yang sangat terlatih di bawah panglimanya Rustum yang sangat berpengalaman. Mereka merebut Qadisiyah dalam sebuah pertempuran yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya pasukan Islam menghadapi tentara bergajah. Tapi karena bantuan Allah, pasukan Persia dapat dikalahkan. Dalam pertempuran ini pasukan Islam berjumlah sekitar 20.000 orang melawan lebih 200.000 prajurit Persia. Dalam pasukan Islam itu terdapat lebih 400 Sahabat Rasulullah dan di antaranya ada 99 orang Ahli Badar (peserta perang Badar).
Setelah merebut Babylon dan Madain, Istana Kisra Persia diduduki dan pasukan Islam mendapat ghanimah (rampasan perang) yang sangat besar. Mungkin yang terbesar dalam sejarah. Orang-orang Persia pun secara berangsur-angsur selama 200 tahun menukar agamanya menjadi agama Islam karena takjub dengan akhlak umat Islam. Maka tunailah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya saw.
Dalam hadis lain Rasulullah saw. ada menyebut:
”Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” (Al Hadis)
Para Sahabat Rasulullah saw., tabi’in dan tabi’ut tabi’in terus berusaha membuktikan sabda Rasulullah ini. Mereka berulang kali mengadakan ekspedisi untuk menaklukkan Konstantinopel. Tercatat dari kalangan Sahabat ra. Sayidina Abu Ayyub Al-Anshari ra. yang ketika itu telah berusia lebih 80 tahun ikut berusaha menagih janji Rasul tersebut. Beliau syahid di medan perang dan dimakamkan di dekat tembok benteng Konstantinopel. Dari kalangan tabi’in ada Ibrahim bin Ad-ham rh. yang datang ke sana untuk membuktikan janji Rasulullah dan beliau pun syahid.
Ternyata janji Rasulullah itu baru terbukti lebih 800 tahun kemudian di tangan Sultan Muhammad Al-Fateh dari Dinasti Usmaniyah. Dengan jatuhnya Konstantinopel, jatuhlah seluruh wilayah Kekaisaran Romawi Timur ke tangan Islam.
Ayah Muhammad Al-Fateh, Sultan Murad telah mendapat kabar dari Syeikh Syamsuddin Al-Wali bahwa anaknya yang baru lahir itu yang akan menepati janji Rasulullah (lihat Kisah Teladan - red). Karena itu beliau telah mempersiapkan Muhammad Al-Fateh sejak kecil dengan diserahkan didikan agamanya pada Syeikh Syamsuddin dan didikan militernya pada panglima-panglima Turki yang paling berpengalaman hingga pada usia 19 tahun beliau telah siap menggantikan ayahnya menjadi sultan. Pada usia 21 tahun beliau memimpin pasukannya untuk menaklukkan Konstantinopel dan terbuktilah hadis di atas: Konstantinopel takluk!
Perjuangan kebenaran yang tak dijanjikan
Perjuangan kebenaran yang tak dijanjikan (tak disebut dalam Quran, hadis maupun firasat wali Allah) biasanya tak mencapai kejayaan di dunia. Misalnya untuk diambil contoh, perjuangan Pangeran Diponegoro. Meskipun dibantu orang-orang shaleh (sebagian bertaraf wali) dan memperoleh kemenangan besar dalam pertempuran, tapi tetap saja beliau kalah meskipun dengan kecurangan musuh. Perjuangan Hasan Al Banna pun tak mencapai kejayaan dunia. Tetapi berkat keikhlasan beliau dalam berjuang, Tuhan menganugerahkan kejayaan di Akhirat pada beliau: mati syahid.
Janji Rasulullah saw. untuk akhir zaman
Untuk umat Rasulullah di akhir zaman, sangat banyak janji Rasulullah yang dapat dibaca dalam hadis-hadis. Beliau telah berkata bahwa Islam akan bangkit untuk kedua kalinya (yang pertama di zaman baginda) di akhir zaman dan kebangkitan itu akan dimulai dari sebelah timur.
Rasulullah saw. bersabda:
“Kalaulah tiada lagi sisa umur dunia ini kecuali satu hari saja niscaya Allah akan memanjangkan hari itu hingga diutus ke dunia ini seorang lelaki dari keturunanku atau keluargaku, namanya menyerupai namaku dan nama bapaknya menyerupai nama bapakku. Dia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan seksama sebagaimana sebelumnya dipenuhi oleh kezaliman dan kejahatan.” (HR. Abu Daud dan At Tirmizi)
Juga sabda beliau:
“Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali) seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan seksama. Maka apabila kamu ingin melihatnya, maka wajiblah kamu bersama dengan Putera Bani Tamim, sesungguhnya dia datang dari sebelah timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (HR. At Thabrani)
Dari Tsauban ra. katanya Rasulullah saw. bersabda,
“Panji-panji Hitam akan datang dari arah timur, hati mereka bagaikan kepingan-kepingan besi. Siapa yang mendengar mengenai mereka, datangilah mereka walaupun terpaksa merangkak di atas salju.” (HR. Ibnu Majah, Al Hakim, Ahmad, Al Hafiz Abu Nuaim)
Jelas dalam hadis-hadis ini Rasulullah menjanjikan bahwa di akhir zaman Islam akan bangkit kembali dari arah timur dengan dipimpin oleh seorang keturunan Baginda saw. yang bergelar Imam Mahdi. Nama aslinya adalah Muhammad bin Abdullah, persis seperti nama Baginda saw. Dan jika kita ingin menyertainya, kita harus bersama dengan seorang yang bergelar Putra Bani Tamim yang datang dari timur meskipun terpaksa menempuh kesukaran (“merangkak di atas salju”). Putera Bani Tamim ini membawa panji-panji hitam (bendera pasukan Islam di masa Rasulullah saw.), yaitu sebuah perlambang bahwa dia akan membawa sebuah sistem hidup yang mencontoh sistem hidup Rasulullah saw. dalam segala aspek.
Rasulullah saw. dalam hadis-hadis lain juga menceritakan bahwa Imam Mahdi adalah seorang yang bertaraf khalifah. Kemunculan beliau akan terjadi setelah orang-orang dari timur (Putra Bani Tamim dan para pengikutnya) mempersiapkan tapak pemerintahannya.
Hadis-hadis tentang Imam Mahdi dan Putera Bani Tamim ini banyak dan lebih kurang 20 di antaranya berderajat shahih sehingga mencapai taraf mutawatir maknawi. Tentunya ini menjadi berita gembira bagi kita bahwa agama ini akan mencapai kejayaan untuk kedua kalinya dengan pemimpin dan para pejuang yang telah dijanjikan oleh Rasulullah saw.
26 / 09 / 2009
Uhu3x… hari ni MQ hampir accident…
Memang best !!! giler cuak... tapi nak buat apo lagi kan... mintak maap byk2 la...
Tapi xpasal2 MQ plk yang kena. Kereta hijau pajero lbh kurang mcm tu lah...
Bajet2 tadi ingat dah boleh lepas dah tadi, tapi tertengok lak ada classmate tgh naik motor... so, nak gi tego la... aha3.. skali kete tu bawak laju la plk kan... terlompat2 jgk la tadi...
Bahagian lutut dah ada rasa sakit sikit... tapi still ok coz dapat jalan (walaupun sakit jgk)... Alhamdulillah, tadi nasib bek la dah selamat cross jalan waktu tu... kata org2 zaman dlu la ‘malang memang xdak bau’... dia bawak sakit je... ehe3x...
Moment paling best bila dia bukak tingkap kreta sambil teriak kt MQ ‘Sial !!!’ huhu... rasa byk sgt kesalahan yg MQ buat hari ni.. alhamdulillah, mungkin ni teguran dari Allah...
Moral of value dari cite ni…
- Jangan berkata sesuatu yang buruk… ehe3x… membela diri nampaknye…
- Kalau buat keje tu focus pada niat yang pertama dlu… ni x, padan muka… uhu3x…
- Cepat2 minx maap klau ada buat silap...
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil." (Ayat 55 : 28 Al – Qasas)
