Monday, January 4, 2010

Kisah sahabat seperjuanganku

Syukur kepada allah taala, hari ni Dia, Allah Yang Maha Agung memperlihatkan aku bagaimana cara menjadi anak yg soleh utk orang tuanya. Rindunya aku pada sahabat yg satu ini, dia tidak mengajar aku melalui lisan tetapi melalui akhlak nya yg sentiasa menyenangi org tua dengan akhlak nya... Namanya pun memang selayak akhlaknya. Subhanallah... huhu...

Bapa sahabatku ini telah kembali ke rahmatullah pada tahun lepas, yg pasti kerinduan dia terhadap ayahnya pasti sangat dalam. Mana mungkin seorang anak tidak menitiskan air mata bila mana orang kesayangannya telah tiada.

Skang ni dia menyambung pelajarannya ke tingkat lebih tinggi sambil mencari sedikit wang untuk men'support' makan minum ibunya. Alhamdulillah tempat dia belajar agak dekat dengan rumahnya. Dan tadi malam aku bertanya tentang perniagaannya, katanya baru mahu berjinak2 di alam perniagaan... Silakan, usahakanlah perniagaan demi mendapat redha-Nya, rasul Allah Muhammad saw juga seorang peniaga dahulu nya. Senang rasa hati ni bila melihat sahabatku ini berusaha sekeras-kerasnya dalam memberi sesuap makanan utk ibu nya. Walaupun kakak dan abang nya ada, dia tetap tidak ketinggalan dalam memberi sumbangan utk ibunya. Rindu dan teringin rasanya mahu membantu sahabat-sahabatku, tpi utk skrang aku jga tidak mampu utk membantu sahabat2 skalian. Insyaallah, doa aku utk sahabat2 sentiasa ada..

Saturday, December 26, 2009

Aurat


Hmm... bicara tentang aurat. Bukan satu perkara yang mudah nak disampaikan dengan lisan, lagi pula keanehan mereka dalam memberi alasan menyebabkan agak "fed up" dalam memberi teguran. Antara alasan2 tersebut:
  1. bukan nak tunjuk kat u pun...
  2. alaa... xde stail la pakaian macam ni...
  3. hmm... i tiru kawan je, rasa mcm matching je, so i pakai la...
  4. segan la nak pakai pakaian yg elok2, nnti xde kawan...
  5. fesyen la... !!
  6. kalau x pakai macam ni, nnti xde yg suka kat kita
  7. open minded la sikit... (haa... yg ni based on experience... dah kena marah dlu... hahaha)
  8. sape suh u tgk, pegi la tempat lain...
Akhirnya, iblis dan anak2 setan nya yg menang... Iblis berkata " wah, anak2 adam dah makin ramai nk jadi peneman kita di akhirat besok...." (abg lan, ni bkn *^#%@*** berkata.. haha)

Kan cantik kalau menutup aurat, Allah suka, masyarakat suka, saya pun suka... hehe... (jom bentuk masyarakat islam yg berjaya di mata allah, disamping menggembirakan ibubapa di hari kelak..!! )
Jadi anak soleh/solehah menjamin ibubapa ke syurga, salah satu dari harta mereka adalah kita.. huhu... anak mana yg tidak menyayangi parent nya..!! so, xkan kita nak hantar mereka ke alam neraka... huhu.. nauzubillahi min dzalik...
Smoga allah mengampuniku, ibubapaku, sahabat2ku, kenalan2ku, kakak dan adik2ku, serta muslimin dan muslimat...

Pantun - Mari Menutupi Aurat

Tutup aurat satu tuntutan,
Dalam keluarga wajib tekankan,
Kalau tak ikut gunalah rotan,
Demi melaksanakan perintah Tuhan.

Aurat ditutup mestilah lengkap,
Tudung litup termasuk serkap,
Mini telekong pun orang cakap,
Elok dipandang tak payahpun ‘make up’.

Sekurang-kurangnya berbaju kurung,
Lebih elok jubah mengurung,
Kaki pula mesti bersarung,
Ditumit kaki syaitan bertarung.

Kalau wanita menutup aurat,
Orang jahat tak berani ngorat,
Bahkan boleh menjadi ubat,
Orang memandang boleh bertaubat.

Pakaian modern memanglah hebat,
Harganya mahal walaupun ketat,
Walaupun cantik tetapi singkat,
Orang memakai pun nampak pusat.

Berseluar ketat bajupun ketat,
Jarangnya pulak boleh dilihat,
Orang yang memakai terus dilaknat,
Oleh Allah, Rasul dan Malaikat.

Apa yang aneh bila dipandang,
Lengan pendek tapi bertudung,
Nampak seperti orang yang kudung,
Mata terpandang kaki tersandung.

Lagilah aneh bila di fikir,
Baju kebaya tudung berukir,
Nampak dada iman terjungkir,
Kain terbelah peha terukir.

Bila ditanya kenapa begitu,
Dia kata fesyennya dah macam tu,
Di dalam hati niat tertentu,
Menggoda jantan sudahlah tentu.

Menutup aurat boleh berfesyen,
Tetapi jangan menunjuk eksyen,
Sesuaikan diri ikut profesyen,
Kalau dilaknat tak guna sesen.

Kalau nak “Make Up” biarlah padan,
Jangan terlebih bila berdandan,
Minyak wangi cuba elakkan,
Bedak dan gincu sekadar keperluan.

Kasut tinggi cuba jauhi,
Kerana ia melahirkan bunyi,
Boleh menarik perhatian lelaki,
Perbuatan ini dibenci Ilahi.

Apatah lagi menghentakkan kaki,
Menarik perhatian orang laki-laki,
Melenggok punggung menggoda hati,
Ustaz melihat pun separuh mati.
Syaitan sangat suka lah hati ,

Buat apa nak tayang jambul,
Kecantikan tak usah ditonjol-tonjol,
Mahkota disimpan tak jadi bisol,
Memakai tudung Islam tersimbol.

Selokaku ini bukanlah jahat,
C u m a saja mahu peringat,
Kepada semua para sahabat,
Terutama sekali rakan sejawat.

Kalau nak ikut nasihat ini,
Jangan bertangguh ubahlah diri,
Benda yang baik tak payah diuji,
Akan terserlah akhlak terpuji.

Kepada semua kawan lelaki,
Jangan tergelak wanita diperli,
Keluarga kita tak terkecuali,
Terutama sekali anak
dan bini.

Sudahkah kita tanamkan iman,
Menutup aurat sepanjang badan,
Ke sana sini dilindungi Tuhan,
Keluarga menjadi contoh teladan.

Setakat ini seloka kami,
Harap dapat menghibur hati,
Yang baik bolehlah anda ikuti,
Kalau boleh besok mulai.

Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, supaya mereka menundukkan pandangan mereka, dan menjaga kemaluan mereka, dan tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang nampak daripadanya; dan hendaklah mereka meletakkan penudung mereka pada dada mereka, dan tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau bapa mereka, atau bapa suami mereka, atau anak lelaki mereka, atau anak lelaki suami mereka, atau saudara lelaki mereka, atau anak lelaki saudara lelaki mereka, atau anak lelaki saudara perempuan mereka, atau perempuan mereka, atau apa yang tangan kanan mereka memiliki, atau lelaki yang melayan mereka yang tanpa mempunyai keinginan seks, atau kanak-kanak kecil yang belum mengerti aurat (bahagian-bahagian sulit) perempuan; dan janganlah juga mereka menghentakkan kaki mereka supaya perhiasan mereka yang tersembunyi diketahui. Dan bertaubatlah semua bersama kepada Allah, wahai orang-orang mukmin, agar kamu beruntung.
(surah an-nur : 31)

Sunday, November 22, 2009

wanita..

Tanya: Aku adalah seorang pemuda. Aku punya hobi main internet dan ngobrol (chatting). Aku hampir tidak pernah chatting dengan cewek. Jika terpaksa aku chatting dengan cewek maka aku tidaklah berbicara kecuali dalam hal yang baik-baik.

chatting

Kurang dari setahun yang lewat ada seorang gadis yang mengajak aku chatting lalu meminta no hp-ku. Aku katakan bahwa aku tidak mau menggunakan hp dan aku tidak ingin membuat Allah murka kepadaku.

Dia lalu mengatakan, “Engkau adalah seorang pemuda yang sopan dan berakhlak mulia. Aku akan bahagia jika kita bisa berkomunikasi secara langsung”. Kukatakan kepadanya, “Maaf aku tidak mau menggunakan HP”. Kemudian dia berkata dengan nada kesal, “Terserah kamulah”.

Selama beberapa bulan kami hanya berhubungan melalui chatting. Suatu ketika dia mengatakan, “Aku ingin no HP-mu”. “Bukankah dulu sudah pernah kukatakan kepadamu bahwa aku tidak mau menggunakan HP”, jawabku. Dia lalu berjanji tidak akan menghubungiku kecuali ada hal yang mendesak. Kalau demikian aku sepakat.

Setelah itu selama tiga bulan dia tidak pernah menghubungiku. Akupun berdoa agar Allah menjadikannya bersama hamba-hambaNya yang shalih.

Tak lama setelah itu ada seorang gadis kurang lebih berusia 16 tahun yang berakhlak dan sangat sopan menghubungi no HP-ku. Dia berkata dalam telepon, “Apa benar engkau bernama A?”. “Benar, apa yang bisa kubantu”, tanyaku. Dia mengatakan, “Fulanah, yaitu gadis yang telah kukenal via chatting, berkirim salam untukmu”. “Salam kembali untuknya. Mengapa tidak dia sendiri yang menghubungiku?”, tanyaku. “Telepon rumahnya diawasi dengan ketat oleh orang tuanya”, jawabnya.

Setelah orang tuanya kembali memberi kelonggaran, dia kembali menghubungiku. Kukatakan kepadanya, “Jangan sering telepon” namun dia selalu saja menghubungiku. Akan tetapi pembicaraan kami sebatas hal-hal yang baik-baik. Kami saling mengingatkan untuk melaksanakan shalat, puasa dan shalat malam.

Setelah beberapa waktu lamanya, dia berterus terang kalau dia jatuh cinta kepadaku dan aku sendiri juga sangat mencintainya. Aku juga berharap bisa menikahinya sesuai dengan ajaran Allah dan rasul-Nya karena dia adalah seorang gadis yang berakhlak, beradab dan taat beragama setelah aku tahu secara pasti bahwa aku adalah orang yang pertama kali melamarnya via telepon.

Akan tetapi empat bulan yang lewat, ayahnya memaksanya untuk menikah dengan saudara sepupunya sendiri karena ayahnya marah dengannya. Inilah awal masalah. Aku mulai sulit tidur. Kukatakan kepadanya, “Serahkan urusan kita kepada Allah. Kita tidak boleh menentang takdir”. Namun dia meski sudah menikah tetap saja menghubungiku. Kukatakan kepadanya, “Haram bagimu untuk menghubungiku karena engkau sudah menjadi istri seseorang”.

Yang jadi permasalahan, bolehkah dia menghubungiku via HP sedangkan dia telah menjadi istri seseorang? Allah lah yang menjadi saksi bahwa pembicaraanku dengannya sebatas hal yang baik-baik. Kami saling mengingatkan untuk menambah ketaatan terlebih lagi ayahnya memaksanya untuk menikah dengan dengan lelaki yang tidak dia cintai.

Jawab:
Saling menelepon antar lawan jenis itu tidaklah diperbolehkan secara mutlak baik pihak perempuan sudah bersuami ataukah belum. Bahkan ini adalah tipu daya Iblis.

Kau katakan bahwa tidak ada hubungan antaramu dengan dia selain saling menasehati dan mengajak untuk melakukan amal shalih. Perhatikan bagaimana masalah cinta dan yang lainnya menyusup melalui hal ini. Bukankah engkau tadi mengatakan bahwa engkau mencintainya dan diapun mencintaimu sedangkan katamu topik pembicaraanmu hanya seputar amal shalih? Kami tahu sendiri beberapa pemuda yang semula sangat taat beragama berubah menjadi menyimpang gara-gara hal ini.

Wahai saudaraku bertakwalah kepada Allah. Jauhilah hal ini. Cara-cara seperti ini lebih berbahaya dari pada cara-cara orang fasik yang secara terang-terangan ngobrol dengan perempuan dengan tujuan-tujuan yang tidak terpuji. Mereka sadar bahwa yang mereka lakukan adalah sebuah maksiat. Sadar bahwa suatu hal itu adalah keliru merupakan awal langkah untuk memperbaiki diri.
Sedangkan dirimu tidak demikian bahkan boleh jadi engkau menganggapnya sebagai sebuah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah kutinggalkan suatu ujian yang lebih berat bagi laki-laki melebihi wanita” (HR Bukhari no 4808 dan Muslim no 2740 dari Usamah bin Zaid).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ
“Sesungguhnya awal kebinasaan Bani Israil adalah disebabkan masalah wanita” (HR Muslim no 7124 dari Abu Said al Khudri).

Perempuan yang mengajakmu ngobrol dengan berbagai obrolan ini padahal tidak ada hubungan kekerabatan antara dirimu dengannya adalah suatu yang haram. Hati-hatilah dengan cara-cara semisal ini. Moga Allah menjadikanmu sebagai salah seorang hambaNya yang shalih.

Tanya: Andai jawaban untuk pertanyaan di atas adalah tidak boleh apakah boleh dia mengajak aku ngobrol via chatting?

Jawab:
Wahai saudaraku, hal ini tidaklah dibolehkan. Hubunganmu dengannya semula adalah chatting lalu berkembang menjadi komunikasi langsung via telepon dan ujung-ujungnya adalah ungkapan cinta. Apakah hanya akan berhenti di sini?
Semua hal ini adalah trik-trik Iblis untuk menjerumuskan kaum muslimin dalam hal-hal yang haram. Bersyukurlah kepada Allah karena Dia masih menyelamatkanmu. Bertakwalah kepada Allah, jangan ulangi lagi baik dengan perempuan tersebut ataupun dengan yang lain.

Tanya: Apa hukum seorang laki-laki yang chatting dengan seorang perempuan via internet dan yang dibicarakan adalah hal yang baik-baik?
Jawab:
Tidak ada seorangpun yang bisa mengeluarkan fatwa yang bersifat umum untuk permasalahan semisal ini karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan masak-masak. Fatwa yang bisa saya sampaikan kepadamu adalah obrolan dengan lawan jenis yang semisal kau lakukan adalah tidak diperbolehkan. Bukti nyata untuk hal ini adalah apa yang kau ceritakan sendiri bahwa hubunganmu dengan perempuan tersebut terus berkembang ke arah yang terlarang.

[Disarikan dari Majmu Fatawa al Adab karya Nashir bin Hamd al Fahd].

Tuesday, November 10, 2009

Going back....

This week on wednesday, 11 November 'o9... esok la tu... lalala~ damn happy coz after this i cnt go back again until february next year... huhuh.. ok la tu... (tgh tension2, agak2 extra tension, so, happy jelah)...

Saturday, November 7, 2009

Zat yang Maha Suci

Sajak seorang ayah kepada anaknya... rasa nk menangis je, bila teringat seorang ayah mengingatkan anaknya bahwa keberadaan Allah itu tidak pernah melupakan hambanya... Anak kecil itu mengangguk tanda mengerti tapi tidak tahu bagaimana mau membalas rasa cinta tadi... "Moga Allah permudahkanku dalam setiap pekerjaan dan mengingatkan aku tentang kewujudannya..." Akan tetapi anak yang kecil ni meningkat dewasa, semakin melupakan, leka dan abai dalam menguruskan kepentingan diri... pengaruh-pengaruh tidak baik mula diadaptasi ke dalam roh anak yang meningkat dewasa tadi.

Sehingga satu mimpi menyedarkan kembali, mimpi seakan azab di alam kelak... Takut hingga menggeletar sekujur tubuh yang kecil itu. Menangis anak tadi memohon keampunan, tapi... Ibu segara mndapatkanku, memeluk dan menanyakan hal tadi... Moga Allah merahmatimu nak...

Bagaimanalah aku hendak melupakan Zat Yang Maha Suci
Yang kuasa-Nya tidak pernah satu detik terlepas dariku
Yang sentiasa mengetahui berterusan setiap gerakan jantungku
Ia senatiasa melihat hingga ke batinku
Senantiasa mendengar setiap waktu dan detik

Kehendak-kehendak- Nya ke atasku pasti berlaku
Baik aku setuju maupun tidak setuju
Menggembirakan maupun yang mendukacitakan
Ia Maha Agung, Maha Qahhar dan Maha Jabbar
Juga kasih sayangnya kepadaku lebih daripada seorang ibu yang kasih kepada
anak-anaknya
Seluruh hidupku di dalam genggaman-Nya
Ia dapat buat apa saja kepadaku

Kuasa-Nya ke atasku sepenuhnya
Tidak ada sama sekali campur tanganku ke atas diriku sendiri
Itulah Tuhan Pencipta seluruh alam dan yang menjadikan aku
Ia adalah Penyelamat
Pentadbir, Penjaga, Pendidik dan Pemelihara
Dengan penuh berhikmah
Oleh itu bagaimana aku mau melupakan-Nya
Sedangkan Dia tidak akan melupakanku
Walau setakat sekelip mata

Aduh, tidak mungkin aku dapat melupakan-Nya
Tidak mampu aku untuk melupakan-Nya
Itulah Dia Tuhanku
Aku tidak dapat terlepas dari kuasa-Nya

7 november 2009

Ya Allah, ku mohon agar dipermudahkan urusan duniaku... lama rasanya aku terbiar begini... cukup satu tahun rasanya... tadi aku terbaca dari sahabatku...

"sebesar2 dosa adalah dosa yg dilakukan ketika kita RASA BERDOSA melakukannya
~~imam alghazali~~"


Sebenarnya aku mengahakis rasa tuhan dalam diriku apabila terdedah di persekitaran di sini. Bukanlah bermaksud menyalahkan daerah tempat aku menetap sekarang tetapi menyalahkan diriku yang leka dibuai arus sekitar ditambah lagi dengan kurangnya muhasabah diri yang seharusnya dilakukan...

Thursday, November 5, 2009